Resensi Novel: Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa.


 Resensi Novel: Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa.



Identitas Buku 

Judul             : Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa.

Penulis          : Alvi Syahrin

Editor            : Tesara Rafiantika

Terbit             : 2019

Cetakan         : ke 2

Tebal Buku    : 236 halaman.

ISBN              : 978-979-780-948-5


Resensi 

Buku ini merupakan kisah nyata dari Alvi Syahrin ditunjukan untuk memotivasi orang-orang yang sedang berada dalam kecemasan terhadap masa depan. Di mana realita kehidupan dimulai. Berawal dari sibuk mempersiapkan diri untuk lanjut ke perguruan tinggi negeri favorit. Terjebak gap year, lalu kehidupan masa kuliah. Tekanan orang tua dan standar kehidupan dari orang-orang pada umumnya. Hingga keinginan untuk menikah ketika sudah lelah sekali dengan apapun yang dihadapi.

Alvi Syahrin menjelaskan saat usia 25 tahun nanti, akan banyak mimpi-mimpi yang berubah karna mengikuti standar kesuksesan yang diciptakan oleh society dan media. Alvi Syahrin memberi solusi untuk bodo amatlah pada standar-standar sukses itu. Bill gates menyadari bahwa ia saat dewasa nanti akan membuat perusahaan Microsoft, Steve Jobs tidak terbangun dari tidurnya lalu berkata bahwa ia akan menemukan Apple, Jeff Bezos tidak tiba-tiba memutuskan untuk membangun Amazon suatu saat nanti, Jack Ma pun tidak dengan cepatnya berpikir bahwa ia akan menjadi sukses melalui Alibaba. 

Mereka semua sama seperti kita terlahir dari yang tidak tahu jadi apa-apa namun bedanya mereka dengan kita adalah mereka melakukan suatu hal dan menekuninya sedangkan kita tidak. Memang yang kita lakukan tidak semuanya akan menjadi sesuatu yang besar, tapi yang terpenting kita telah melakukan sesuatu dan menekuni hal itu. 

Buku ini juga menjelaskan bahwa hidup itu bukan sebatas peringkat yang kita dapat dari sekolah, bukan sebatas almamater dan deretan prestasi yang mereka banggakan sewaktu kuliah, bukan sebatas saldo di ATM yang dibangga-banggakan, dan bukan sebatas tidur, bangun, makan, menikah, punya anak, menanti mati.

Tidak seremeh itu. Namun hidup adalah waktu untuk kita terus bergerak, gapai mimpi kita dengan sungguh-sungguh, dan kita harus belajar biasa saja, tidak terlalu bahagia, tidak terlalu sedih. Biasa saja, tetapi tetap kejar yang terbaik, lakukan yang terbaik dan syukuri segalanya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Untuk mimpi yang belum tercapai bukan berarti Allah tidak mendengar doa kita, tetapi mungkin saja Allah tak ingin memberikan semua yang kita inginkan didunia ini, mungkin saja Allah hendak menyiapkan bagian baik di akhirat.

 Kelebihan dan kekurangan buku

1.      Kelebihan buku 

·         Cover pada buku ini menarik.

·         Bahasa yang digunakan lugas, mudah untuk dipahami.

·         Alur yang digunakan sangat menarik dan tidak membuat bosan.

·         Kualitas cetakan baik.

·         Setiap awalan bab ada kalimat pembuka sehingga menambah poin plus pada buku ini. 

2.      Kekurangan buku. 

• Ada beberapa kata yang menggunakan bahasa asing.

• Terdapat kata-kata tipo yaitu ada dua kata yang saya jumpai. 

#Unsika

#UniversitasSingaperbangsaKarawang

#PBSIUnsika

#nulisbersama


Postingan populer dari blog ini

Resensi Novel Keberangkatan.